Dunia dan Kuasa

Orang-orang di pusat kota mengejar dunia.

Dunianya masing-masing, seperti knalpot yang bising.

Hembus angin keinginan berderu kencang.

Tak ada ampun bagi pengejaran kebendaan.

Main serang dan sikut-sikutan adalah halal.

Padahal, tiada ajaran suci manapun yang menghendaki.

Yang penting, berkuasa.

Kuasa yang meniadakan segala amal puasa.

Namun, tetap saja mereka bangga karena berjubah agama.

Tapi, sayangnya, hatinya beku seperti es yang membatu.

Pikirannya panas bak api yang menyala-nyala.

Segelintir kisah perkotaan, tak dapat ditahan.

Ketika dendam meraja, punah segala hati yang berderma.

Dunia dan kuasa memperdayainya.

Hingga masa itu tiba, tak dapat ditolaknya.

Gugurlah sudah semua yang dibanggakannya.

Tinggalah nama, tulang berserak menyatu tanah 

Anak manusia lupa jalan pulang. 

Dunianya, kuasanya, semuanya hilang.

Hanya satu bekas merah yang tertinggal: angkara.

Dan angkara itu membakar dirinya sebatang kara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s